Ad banner

Vaksin COVID-19

Vaksin COVID-19 Di Indonesia

Vaksin COVID-19Vaksin COVID-19 merupakan vaksin yang nantinya akan digunakan untuk menangani penyakit koronavirus 2019 (COVID-19). Belum ada vaksin yang telah melewati rangkaian uji klinis. Hingga Maret 2020, terdapat beberapa penelitian yang mengembangkan vaksin COVID-19. Pada akhir Februari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan bahwa vaksin untuk menangani virus penyebab COVID-19, SARS-CoV-2 tidak akan tersedia dalam waktu kurang dari 18 bulan. Hingga awal Maret 2020, terdapat sekitar 30 vaksin uji coba yang sedang dalam pengembangan.

Penelitian COVID-19

Beberapa jenis koronavirus lain yang menyebabkan penyakit pada hewan telah memiliki vaksin tersendiri, seperti koronavirus burung, koronavirus anjing, dan koronavirus kucing. Upaya-upaya terdahulu dalam pengembangan vaksin virus famili Coronaviridae yang dapat menginfeksi manusia difokuskan untuk penanganan sindrom pernapasan akut berat (SARS) dan sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS). Vaksin terhadap SARS dan MERS telah diuji pada hewan. Per tahun 2020, tidak ada vaksin untuk pengobatan atau pencegahan SARS terbukti aman dan efektif pada manusia. Menurut jurnal ilmiah yang diterbitkan pada tahun 2005 dan 2006, identifikasi dan pengembangan vaksin dan obat-obatan baru untuk mengobati SARS menjadi prioritas bagi pemerintah di seluruh dunia.

Selain itu, tidak terdapat vaksin yang terbukti dapat menangani MERS. Ketika pasien MERS mulai meningkat, awalnya peneliti yakin bahwa penelitian SARS terdahulu dapat memberikan gambaran untuk pengembangan pengobatan terhadap MERS-CoV. Hingga Maret 2020, terdapat satu vaksin MERS (berbasis DNA) yang telah selesai uji klinis fase I (uji coba pada manusia sehat). Kemudian terdapat tiga vaksin lainnya sedang dalam pengembangan. Ketiga vaksin tersebut adalah vaksin dengan vektor virus, dua vektor adenovirus (ChAdOx1-MERS, BVRS-GamVac), dan satu vektor MVA (MVA-MERS-S).

Penelitian COVID-19 tahun 2020

Penelitian COVID-19 tahun 2020 SARS-CoV-2 berhasil diidentifikasi pada akhir tahun 2019. Virus tersebut merupakan penyebab dari penyakit koronavirus 2019. Virus tersebut telah menyebar ke seluruh dunia pada tahun 2020. Hal tersebut membuat pengembangan vaksin ini dilakukan sesegera mungkin dan dengan investasi yang besar. Berbagai organisasi menggunakan genom yang diterbitkan untuk mengembangkan vaksin untuk menangani SARS-CoV-2. Terdapat kurang lebih 35 perusahaan dan lembaga akademik yang terlibat dalam penelitian ini.

Organisasi yang terlibat dalam pengembangan vaksin antara lain:

    1. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tiongkok.
    2. Universitas Hong Kong.
    3. Universitas Kopenhagen dengan pendanaaan dari Uni Eropa.
    4. Universitas Washington di St. Louis.
    5. Tiga proyek pengembangan vaksin yang didukung Koalisi untuk Kesiapsiagaan Epidemi Inovasi (CEPI), yakni proyek dari perusahaan bioteknologi Moderna,Inovio Pharmaceuticals, dan Universitas Queensland.
    6. Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular (NIAID) bekerja sama dengan Moderna untuk mengembangkan vaksin berbasis RNA yang dapat berpasangan dengan reseptor koronavirus. Vaksin tersebut dinamai mRNA-1273. Pada Februari 2020, NIAID mengajukan permohonan untuk melakukan uji klinis fase 1 dan membuka pendaftaran bagi yang bersedia menjadi subjek di Seattle, WA. Pada 16 Maret 2020, uji klinis fase 1 dimulai.
    7. Inovio Pharmaceuticals bekerja sama dengan perusahaan di Tiongkok mengembangkan vaksin berbasis DNA. Uji klinis direncanakan dilakukan pada musim panas belahan bumi utara tahun 2020.
    8. Di Australia, Universitas Queensland sedang meneliti potensi vaksin jenis penjepit molekular yang akan memodifikasi protein virus untuk merangsang reaksi imun.
    9. Di Kanada, Organisasi Vaksin dan Penyakit Menular dan Universitas Saskatchewan menerima pendanaan dari pemerintah federal untuk mengembangkan vaksin. Pengujian pada hewan akan dilakukan pada Maret 2020 dan pengujian pada manusia akan dilakukan pada 2020.
    10. Pada Januari 2020, Janssen mulai mengembangkan vaksin. Janssen mengembangkan vaksin oral bekerja sama dengan perusahaan bioteknologi, Vaxart.
    11. Emergent Biosolutions bekerja sama dengan Novavax Inc untuk mengembangkan. Mereka merencanakan untuk melakukan uji praklinis dan uji klinis fase 1 pada Juli 2020.
    12. Pada 12 Maret 2020, pejabat Kementerian Kesehatan India dari Institut Virologi Nasional India di Pune mengatakan mereka sedang meneliti 11 isolat, Mereka juga memprioritaskan pengembangan vaksin hingga diharapkan secepatnya pada 1,5-2 tahun kemudian telah tersedia untuk masyarakat.
    13. Pada 17 Maret 2020, Pfizer mengumumkan kerja sama dengan perusahaan Jerman BioNTech untuk mengembangkan vaksin berbasis RNA duta untuk COVID-19.
    14. Pada 18 Maret 2020, Emergent BioSolutions mengumumkan kesepakatan dengan Vaxart untuk mengembangkan dan memproduksi vaksin.
    15. Para ilmuwan Institut Edward Jenner untuk Riset Vaksin dari Universitas Oxford sedang mengembangkan vaksin.

HOAX dan Misinformasi COVID-19

Unggahan di media sosial mendorong penyebaran teori konspirasi yang mengklaim bahwa vaksin sudah tersedia. Padahal hingga saat ini, vaksin masih dikembangkan dan belum tersedia untuk masyarakat. Beberapa nomor paten yang dikutip di beberapa unggahan media sosial sebenarnya merupakan paten untuk sekuens genetik dan vaksin untuk koronavirus jenis lain lain seperti SARS-CoV dan bukan untuk SARS-CoV-2.

Bacaan Terkait Vaksin COVID-19

(Visited 262 times, 1 visits today)
Content Protection by DMCA.com

Post Disclaimer

Informasi yang terkandung dalam posting ini hanya untuk tujuan informasi umum. Informasi ini disediakan oleh Vaksin COVID-19 dan meskipun kami berusaha keras untuk menjaga informasi tetap mutakhir dan benar, kami tidak membuat pernyataan atau jaminan apa pun, tersurat maupun tersirat, tentang kelengkapan, keakuratan, keandalan, kesesuaian, atau ketersediaan dengan sehubungan dengan situs web atau informasi, produk, layanan, atau gambar terkait yang terkandung di pos untuk tujuan apa pun.

Prameres Foundation

About The Author

prameres sakti Prameres Sakti : I just did what I do best "Aku hanya pernah melakukan, apa yang saya lakukan terbaik saat ini”

Lihat Juga Sekarang

LEAVE YOUR COMMENT

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Prameres Foundation

Website Tahap sinkronisasi dengan server karena sedang pembaharuan fitur baru, Semua fitur-fitur terbaik kami dihentikan total. sistem sedang maintenance. Versi uji coba rilis 31 Oktober 2020, Website rilis resmi 1 Januari 2021.

Translate »
Berlangganan    Ok No thanks