Voyagers Movie

Voyagers Movie




5
(2189)

Kisah Voyagers dengan masa depan umat manusia sedang dipertaruhkan, sekelompok pria dan wanita muda yang dibesarkan dengan kecerdasan dan kepatuhan, memulai ekspedisi untuk menjelajahi planet yang jauh.Tetapi ketika mereka mengungkap rahasia tentang misi tersebut, mereka menentang pelatihan mereka dan mulai menjelajahi sifat dasar mereka. Saat kehidupan di kapal angkasa semakin kacau, mereka dikuasai oleh rasa takut, nafsu, dan yang tak pernah puas akan kekuasaan.

Sinopsis Voyagers

Bumi sedang dalam masa krisis. Over populasi, perang antarnegara, bahan pangan makin menipis, kerusakan lingkungan, dan banyak faktor lainnya mendorong para ilmuwan terus berupaya mencari planet baru yang layak huni. Tak disangka planet baru itu ternyata berjarak 86 tahun perjalanan jauhnya dari Bumi. Dengan kata lain, butuh tiga generasi untuk mencapai tempat itu. Dimulailah rencana besar terkait perjalanan multi-tahun tersebut. Jika yang dikirim adalah astronot biasa, dikhawatirkan mereka akan stres dalam perjalanan puluhan tahun.

Diputuskan untuk ‘melahirkan’ 30 manusia baru. Mereka adalah bayi tabung yang berasal dari sperma dan sel telur milik individu-individu yang dianggap unggul, misalnya pemenang Nobel juga pakar bioteknologi MIT. Bayi-bayi ini pun dikandung dalam rahim buatan. Sejak lahir hingga dewasa, mereka tak pernah keluar dari gedung tempat mereka dibesarkan. Kondisi ruang tertutup dengan teknologi canggih yang merupakan keseharian mereka meniru interior pesawat Voyagers.

Film Voyagers

Saat akhirnya tiba untuk terbang ke luar angkasa, mereka sudah siap. Setiap orang punya tugas penting: kepala bagian medis, kepala bagian teknisi, dan sebagainya. Rutinitas mereka bertujuan agar kondisi pesawat dan kebutuhan sehari-hari cukup untuk perjalanan 86 tahun. Semua berlangsung indah dan damai: makanan cukup, tidak ada konflik, tiap orang melakukan tugas masing-masing dengan tenang.

Christopher Rebbs (Tye Sheridan) dan Zac (Fionn Whitehead) pertama kali menyadari bahwa cairan biru yang wajib mereka minum ternyata mengandung zat kimia khusus yang fungsinya menekan perkembangan emosi 30 orang ini. Tak puas dengan keterangan satu-satunya ilmuwan Bumi yang ikut serta di Voyagers, Richard Alling (Colin Farrell), Chris dan Zac memprovokasi kawan-kawannya untuk berhenti minum cairan biru tersebut. Akibatnya, monster emosi brutal pun mencuat dari tiap orang dengan wujud yang berbeda-beda. Perlahan tapi pasti, kelakuan fasik berevolusi makin penuh. Ada yang berperilaku vulgar nan sensual di ruang terbuka. Ada pula yang melakukan tindakan sadis hingga terjadilah aksi kriminal di ruang sempit.

Adegan Dalam Film Voyagers

Ketika Sela (Lily-Rose Depp) menolak Zac dan malah dekat dengan Chris, Zac pun gelap mata. Dia memprovokasi mayoritas kawannya untuk menentang pemilihan Chris sebagai pimpinan baru usai kematian Richard. Konflik ini meluas dan mengancam gagalnya perjalanan 86 tahun yang direncanakan dan disiapkan dengan hati-hati tersebut. Kolonisasi planet baru adalah sebuah hal super klise dalam sci-fi.

Tapi premis “emosi primitif manusia bersimultan dengan ruang futuristik” merupakan hal baru dan menarik. Dalam eksekusinya, ini berjalan lambat dan cenderung membosankan. Sementara ending terlalu diburu-buru dan sangat mudah diprediksi. Minim pula pengembangan karakter tokoh-tokohnya. Para remaja ini berasal dari bibit unggul dan setelah dewasa pun terbukti punya kemampuan akademis hebat, dimana semua terlihat tak jauh beda kepintarannya. Tapi ketika bicara soal emosi, kenapa ada yang bisa begitu menonjol kepemimpinannya sementara mayoritas yang lain seperti kerbau dicucuk hidungnya. Itu pun tak jelas alasannya kenapa ada yang menentang pemimpin dan memilih memberontak. Singkatnya, konflik yang ada terlalu dipaksakan terjadi.

Teater Film Voyagers

Dibandingkan pasangan tokoh utama (yang wajah keduanya muncul di poster), Tye Sheridan dan Lily-Rose Depp, akting Fionn Whitehead jauh lebih matang. Usai berperan sebagai prajurit tingkat rendah di Dunkirk (Warner Bros. Pictures, 2017) dan tokoh utama di Black Mirror episode Bandersnatch (Netflix, 2018), aktor Inggris ini sukses menghidupan sisi gelap dari Zac. Sementara aktor senior Colin Farrell dengan mudah terlupakan. Mungkin memang Neil Burger belum bisa maksimal menulis skenario asli. Karya penyutradaraannya, Limitless (Relativity Media, 2011) juga Divergent (Lionsgate, 2014) diangkat dari novel. Dimana keduanya jauh lebih tidak membosankan dibanding Voyagers. Voyagers dirilis secara internasional pada 9 April lalu dan sudah tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai Kamis, 29 April.

Cuplikan Voyagers

Pemeran Voyagers

Berikut pemeran Voyagers :

  • Tye Sheridan sebagai Christopher Rebbs.
  • Lily-Rose Depp sebagai Sela.
  • Fionn Whitehead sebagai Zac.
  • Colin Farrell sebagai Richard Alling.
  • Chanté Adams sebagai Phoebe.
  • Isaac Hempstead Wright sebagai Edward.
  • Viveik Kalra sebagai Peter.
  • Archie Madekwe sebagai Kal.
  • Quintessa Swindell sebagai Julie.
  • Archie Renaux sebagai Alex.
  • Madison Hu sebagai Anda.

Kritikus Voyagers

Review aggregator Rotten Tomatoes melaporkan bahwa 26% dari 110 kritikus memberikan ulasan positif untuk tersebut, dengan nilai rata-rata 5/10. Konsensus kritik situs web berbunyi: “Ini memiliki pemain permainan dan premis yang matang dengan potensi, tetapi Voyagers melayang di orbit yang akrab daripada sepenuhnya menjelajahi tema-tema menariknya.”. Metacritic menetapkan skor rata-rata tertimbang 44 dari 100 berdasarkan 34 kritik, yang menunjukkan “ulasan campuran atau rata-rata”. Penonton yang disurvei oleh CinemaScore memberi tersebut nilai rata-rata “C” pada skala A + hingga F, sementara PostTrak melaporkan 53% penonton memberikan skor positif, dengan 27% mengatakan mereka pasti akan merekomendasikannya.

How useful was this post?
Click on a star to rate it!

5 ( 2189 Votes )

Silahkan Rating!
Voyagers

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Kirimi saya email ketika halaman ini telah diperbarui

Apakah artikel ini membantu ?
YaTidak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *