Pengertian Umkm Dan Contohnya

Pengertian UMKM dan Contohnya




5
(3456)

Pengertian UMKM

UMKM adalah istilah umum dalam khazanah yang merujuk kepada usaha produktif yang dimiliki perorangan maupun badan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan oleh Undang-undang No. 20 tahun 2008. UMKM artinya yang dijalankan individu, rumah tangga, atau badan ukuran kecil. Penggolongan UMKM didasarkan batasan omzet pendapatan per tahun, jumlah kekayaan aset, serta jumlah pegawai.

Kategori Bukan Termasuk UMKM

Sedangkan yang tidak masuk kategori UMKM atau masuk dalam hitungan besar, yaitu usaha produktif yang dijalankan oleh badan dengan total kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari menengah. Yang termasuk kriteria mikro adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih mencapai Rp 50.000.000,- tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan usaha mikro setiap tahunnya paling banyak Rp 300.000.000,-

kecil merupakan suatu usaha produktif yang berdiri sendiri, baik yang dimiliki perorangan atau kelompok dan bukan sebagai badan cabang dari perusahaan utama. Dikuasai dan dimiliki serta menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari menengah. Yang masuk kriteria kecil adalah usaha yang memiliki kekayaan bersih Rp 50.000.000,- dengan maksimal yang dibutuhkannya mencapai Rp 500.000.000,-. Hasil penjualan setiap tahunnya antara Rp 300.000.000,- sampai paling banyak Rp 2.500.000.000,-.

Pengertian Menengah

Sedangkan menengah adalah dalam produktif dan bukan merupakan cabang atau anak dari perusahaan pusat serta menjadi bagian secara langsung maupun tak langsung terhadap kecil atau besar dengan total kekayan bersihnya sesuai yang sudah diatur dengan peraturan perundang-undangan. Usaha menengah sering dikategorikan sebagai besar dengan kriteria kekayaan bersih yang dimiliki pemilik mencapai lebih dari Rp500.000.000,- hingga Rp10.000.000.000,- dan tidak termasuk bangunan dan tanah tempat usaha. Hasil penjualan tahunannya mencapai Rp2,5 miliar sampai dengan Rp50 miliar,-.

Bantuan UMKM

Dalam rangka memulihkan perekonomian Indonesia karena pandemi Covid-19, pemerintah pun menggalakkan beberapa program termasuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk UMKM ( Mikro, Kecil, Menengah). Untuk mendapatkan bantuan yang kemudian Bantuan Presiden Produktif Untuk Menengah (BPUM) ini maka masyarakat harus memenuhi beberapa ketentuan dan persyaratannya. Berikut informasi lengkap mengenai persyaratan dan prosedur pelaksanaan program BLT UMKM dari Kementerian Koperasi dan UMKM.

Syarat Bantuan UMKM

Berikut kriteria dan syarat orang yang bisa mengajukan Bantuan Presiden Produktif Untuk Menengah (BPUM).

  1. Warga Negara Indonesia (WNI).
  2. Punya Nomor Induk Kependudukan (NIK).
  3. Punya mikro yang dibuktikan surat usulan calon penerima dan pengusul BPUM serta lampirannya yang merupakan satu kesatuan.
  4. Tidak sedang menerima kredit atau pembiayaan dari perbankan dan KUR.
  5. Bukan ASN, anggota TNI/Polri, pegawai BUMN atau BUMD.
  6. Bagi pelaku mikro yang alamat KTP dan lokasi berbeda dapat melampirkan Surat Keterangan Usaha (SKU).

Daftar Bantuan UMKM

Setelah memenuhi beberapa kriteria dan syarat, pelaku UMKM harus mendaftar. Berikut cara mendaftar Bantuan Presiden Produktif Untuk Menengah (BPUM) :

  1. Calon penerima BPUM diusulkan pengusul BPUM. Para pengusul penerima bantuan UMKM sendiri antara lain dinas yang bertanggung jawab atas koperasi dan UKM, koperasi yang disahkan sebagai badan hukum, kementerian atau lembaga, perbankan dan perusahaan pembiayaan yang terdaftar di OJK serta website www.depkop.go.id menjadi referensi resmi semua informasi terkait Bantuan UMKM.
  2. Setelah itu pengusul menyampaikan data usulan calon penerima BPUM pada Menteri cq. Deputi penanggung jawab program BPUM secara sekaligus atau bertahap. Data usulan calon penerima BPUM ini sendiri terdiri dari: NIK, nama lengkap, alamat tempat tinggal sesuai KTP, bidang usaha, nomor telepon serta Surat Keterangan Usaha (SKU) dan Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pengecekan BLT UMKM

Setelah mendaftar, maka untuk saatnya untuk melakukan pengecekan apakah kamu mendapatkan bantuan UMKM ini atau tidak. Cara untuk melakukan pengecekan BLT UMKM sendiri bisa dilakukan dengan mengakses laman e-Form BRI, https://eform.bri.co.id/bpum. Di tahun 2021 ini memang pengecekan dilakukan berbeda dari tahun 2020 dimana orang yang terdaftar diberitahu melalui singkat SMS.

Pengertian Umkm

Dari link tersebut masyarakat bisa melakukan pengecekan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pertama, klik laman https://eform.bri.co.id/bpum.
  2. Lalu, isi nomor KTP.
  3. Berikutnya, masukkan jawaban hitungan matematika untuk proses verifikasi.
  4. Kemudian, klik proses inquiry.
  5. Terakhir, akan keluar pemberitahuan apakah Anda berhak mendapat bantuan atau tidak.

Contoh UMKM

Contoh yang merupakan UMKM adalah pedagang asongan, warung, toko kelontong, warung makan, pedagang kue pasar, pedagang makanan skala rumahan, pedagang baju dan celana, pedagang kaki lima, penjual makanan keliling, jasa pencucian motor dan mobil, serta toko sparepart kendaraan bermotor.

Umkm

Ada juga toko helm, pengrajin souvenir pernikahan, pengarajin barang bekas, pengarajin kulit, pengrajin kayu, penjual kosmetik online, toko bahan bangunan, konter handphone, dan servis alat elektronik, dan masih banyak lainnya.

How useful was this post?
Click on a star to rate it!

5 ( 3456 Votes )

Silahkan Rating!
Pengertian UMKM dan Contohnya

No votes so far! Be the first to rate this post.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Kirimi saya email ketika halaman ini telah diperbarui

Apakah artikel ini membantu ?
YaTidak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *